Wacana Provinsi ALA Dinilai Belum Urgen, Pemuda Aceh Tenggara Ajak Fokus Bangun Aceh Bersama

CYBER NEWS

- Redaksi

Jumat, 11 April 2025 - 15:30 WIB

500 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Wacana pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kembali mencuat, namun sejumlah pemuda Aceh Tenggara menilai langkah ini belum tepat untuk direalisasikan. Selain masih minim kajian, secara ekonomi wilayah yang diusulkan masuk dalam ALA masih bergantung pada anggaran dari Pemerintah Aceh.

Tokoh Pemuda Kabupaten Aceh Tenggara, Pajri Gegoh Selian menegaskan bahwa pembentukan Provinsi ALA membutuhkan kesiapan yang matang, baik dari sisi administratif, ekonomi, hingga sosial. Ia menyoroti bahwa sejauh ini, daerah-daerah calon ALA masih disokong oleh Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan APBA.

“Kalau bicara realitas, kita mendukung pemekaran namun hari ini belum saatnya untuk di kampayekan karena pemerintah pusat saat ini masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah otonomi baru. Artinya, semua rencana pembentukan daerah baru masih dibekukan sampai ada keputusan resmi pencabutan moratorium.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Daripada sibuk bicara pemekaran yang belum tentu terjadi, lebih baik kita fokus membangun Aceh bersama-sama. Koordinasi dan kolaborasi adalah kunci. Kita semua ingin Aceh sejahtera tanpa pandang wilayah,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh pemuda Aceh Tenggara, Awaluddin Pelis Menurutnya, saat ini masyarakat perlu mengesampingkan kepentingan sektoral dan bersatu mendukung pembangunan Aceh.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah sinergi. Jangan terpecah hanya karena ambisi pembentukan provinsi baru yang belum punya dasar kuat. Kita harus bersama-sama dorong kemajuan Aceh yang merata, Saat ini yang terpenting Kedepan sama-sama kita dorong pemerintah Aceh agar melaksanakan pemerataan pembangunan Aceh khusus di Aceh wilayah tengah. Tegas, Awaluddin

Para tokoh ini berharap masyarakat tidak terjebak dalam wacana pemekaran yang belum memiliki legitimasi dan kesiapan. Justru saat ini adalah momen penting untuk memperkuat persatuan, membangun ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur di seluruh Aceh secara inklusif.

Berita Terkait

Bangkit Melawan LSM Pesanan, Pajri Gegoh Tegaskan Dukungan Penuh ke Aparat Hukum
Tanggapi Tuduhan ke Kepala Sekolah SD Negeri di Aceh Tenggara, Ketua PPKMA Minta Semua Pihak Jaga Marwah Pendidikan
Bupati Fakhry Lantik 4 Pejabat Eselon II, Tegaskan Komitmen Kinerja dan Integritas
Tgk. H. Marhaban Husni Dijadwalkan Berceramah dalam Maulid Nabi Muhammad di Kute Kuta Buluh, Bambel
Hadirnya PT Kocan Mutiara Sawit Disebut Jadi Tonggak Baru Pertumbuhan Industri Kelapa Sawit di Kabupaten Aceh Tenggara
Sabu Disembunyikan dalam Tong Sampah, Satresnarkoba Tangkap Tiga Pemuda di Aceh Tenggara
Ketika Sekolah Swasta Diduga Langgar Hak Siswa: Edaran Buku Picu Kegaduhan
Dugaan Dana Desa Mengguncang Aceh Tenggara: Ketua BPK dan Mantan Sekdes Resmi Laporkan PJ Kades ke Kejaksaan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:54 WIB

Bupati Karo Pimpin Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Lau Baleng

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:48 WIB

Wakil Bupati Karo Buka Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Tigabinanga

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:43 WIB

Pemkab Karo Ikuti Rakor Lintas Sektor Optimalisasi Program UHC Provinsi Sumatera Utara

Senin, 16 Februari 2026 - 21:34 WIB

Polres Tanah Karo Tegaskan Komitmen Berantas Judi, Respons Keresahan Warga

Senin, 16 Februari 2026 - 20:30 WIB

Polsek Berastagi Monitoring Ibadah Imlek 2026, Seluruh Vihara Terpantau Aman

Senin, 16 Februari 2026 - 19:45 WIB

LBH LMP Karo Bantah Tuduhan Keterlibatan Pengurus LMP dalam Judi dan Narkoba

Senin, 16 Februari 2026 - 18:49 WIB

Pengamanan Ibadah Imlek 2577 Kongzili di Vihara Budi Luhur Kabanjahe Berlangsung Aman dan Kondusif

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:39 WIB

Satres PPA & PPO Polres Tanah Karo Gelar Razia Penyakit Masyarakat, 18 Orang Diamankan

Berita Terbaru